RSS

Sisi Gelap Film “2012 The End of The World”

25 Dec

2012

Film “2012 the End of The World” diedarkan oleh sineas Amerika Columbia Pictures pada 13 November 2009 yang lalu dengan trailer teaser yang memperlihatkan tsunami menerpa Himalaya serta memunculkan pesan bahwa dunia akan berakhir pada 2012, dan bahwa pemerintah dunia tidak mempersiapkan penduduknya untuk terjadinya peristiwa tersebut.Trailer berakhir dengan pesan pada pembaca untuk “find out the truth” (carilah kebenaran) lalu muncullah angka “2012” pada mesin pencari. Pemasaran film tersebut dibantu dengan meluncurkan suatu situs web pemasaran virtual (yang diada-adakan), yang dioperasikan oleh Institute for Human Continuity dimana pemburu film bisa mendaftar untuk nomor undian agar menjadi bagian dari penduduk yang akan diselamatkan dari kehancuran global.

David Morrison dari NASA telah menerima lebih dari 1000 pertanyaan dari orang-orang yang mengira situs web tersebut asli dan mengutuknya dengan perkataan antara lain sebagai berikut: “Aku juga punya kasus remaja yang menulis padaku dan mengatakan bahwa mereka hendak bunuh diri karena mereka tidak ingin melihat dunia berakhir. Kupikir ketika engkau berbohong di Internet dan menakut-nakuti anak-anak untuk menghasilkan uang, maka secara etis itu adalah salah.” (Connor, Steve, “Relax, The end isn’t right”, The Independent, 17 Oktober 2009) — (dinukil dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena_2012)

Bayangkan orang kafir saja mengecam kebohongan yang diutarakan oleh film tersebut, maka apalagikah kaum Muslimin? Karena bagi kaum Muslimin, film ini jelas-jelas bertentangan dengan‘aqiidah, dimana ia menyampaikan suatu “Ramalan bahwa hari kiamat akan terjadi di akhir tahun 2012”, padahal tidak ada yang mengetahui perkara yang ghoib atau perkara di masa yang akan datang, kecuali hanyalah Allooh سبحانه وتعالى. Hal ini adalah sebagaimana firman-Nya dalam QS. An Naml (27) ayat 65 sebagai berikut:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya:

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allooh”.”

Dan juga firman-Nya dalam QS. Al An’aam (6) ayat 59:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ …

Artinya:

Dan pada sisi Allooh-lah kunci-kunci semua yang ghoib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri….

Barangsiapa yang menyatakan bahwa dirinya mengetahui perkara yang ghoib, berarti ia adalahkafir terhadap ayat-ayat tersebut. Hal ini juga sebagaimana sabda Rosuululloohصلى الله عليه وسلم dalam Hadits Riwayat Al Imaam Ahmad no: 9532 , dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه. Syaikh Syu’aib Al Arnaa’uth mengatakan Hadits ini Hasan, para perowinya Terpercaya (tsiqoot), termasuk para perowi Hadits Shohiih :

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Artinya:

Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.

Bahkan berkaitan dengan Ramalan, maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah memberikan peringatan keras melalui sabda beliau صلى الله عليه وسلم dalam Hadits Shohiih Riwayat Al Imaam Muslim no: 2230, dari Shofiyyah رضي الله عنها dari sebagian istri Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sebagai berikut:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Artinya:

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka sholatnya selama 40 hari tidak diterima.”

Jangankan hari Kiamat, apa yang akan didapat esok hari saja seorang manusia tidak ada yang mengetahuinya. Di bumi mana kita akan mati pun, tidak seorang pun manusia yang mengetahuinya. Apalagi kapan terjadinya Hari Kiamat, pastilah tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanyalah Allooh سبحانه وتعالى. Jangankan kita, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan Malaikat Jibril pun tidak mengetahui kapan Kiamat akan terjadi. Hal ini adalah sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 1 sebagai berikut:

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَيضاً قَال: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِـي صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُولُ الله،وَتُقِيْمَ الصَّلاَة، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ،وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً)، قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: (أَنْ تُؤْمِنَ بِالله،وَمَلائِكَتِه،وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِر،وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ)، قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: (أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ)، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: (مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ)، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِها، قَالَ: (أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا،وَأَنْ تَرى الْحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ)، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: (يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟) قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوله أَعْلَمُ، قَالَ: (فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ)

Artinya:

“Dari ‘Umar رضي الله عنه, ia berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, pada dirinya tidak ada bekas-bekas datang dari perjalanan, namun tidak ada satu pun di antara kami yang mengenalnya. Kemudian, dia duduk di dekat Nabi صلى الله عليه وسلم. Dia menempelkan lututnya ke lutut Nabi صلى الله عليه وسلم dan meletakkan telapak tangannya di atas paha Nabi صلى الله عليه وسلم.

Kemudian, dia bertanya, ‘Wahai Muhammad, sampaikan kepadaku, apa itu Islam?’

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, “Islam adalah engkau bersyahadat bahwasanya tiada tuhan yang berhak diibadahi (dengan sebenar-benarnya) kecuali Allooh dan Muhammad adalah utusan Allooh, menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa Romadhoon,dan melaksanakan haji keBaitullooh jika engkau mampu pergi ke sana.’

Orang ini berkata, ‘Engkau benar.’”

Lalu ‘Umar رضي الله عنه berkata, “Kami terheran; dia bertanya lalu dibenarkannya sendiri.”

Orang tersebut bertanya, ‘Sampaikan kepadaku tentang apa itu Iman!’

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Iman itu, engkau beriman kepada Allooh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rosuul-Nya, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir baik maupun buruk.’

Orang tersebut menjawab, ‘Kamu benar. Sampaikan kepadaku tentang apa itu Ihsan!’

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Ihsan itu, engkau beribadah kepada Allooh seolah engkau melihatnya. Jika engkau tidak bisa, maka sesungguhnya Allooh melihatmu.’

Orang itu bertanya, ‘Sampaikan kepadaku, kapan kiamat terjadi?’

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Orang yang ditanyai tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.’

Orang itu bertanya lagi, ‘Sampaikan kepadaku tentang tanda-tandanya!’

Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, ‘Budak-budak wanita akan melahirkan tuannya, dan engkau akan melihat orang yang tidak memakai alas kaki, suka tidak memakai baju, miskin, dan penggembala kambing berlomba-lomba dalam membuat bangunan yang tinggi.’

Kemudian, orang tersebut pergi, sementara aku (‘Umar رضي الله عنه) diam selama beberapa hari.

Setelah itu, Nabi صلى الله عليه وسلم bertanya, ‘Wahai ‘Umar, tahukah kamu, siapa orang yang kemarin bertanya itu?’

‘Umar berkata رضي الله عنه, ‘Allooh dan Rosuul-Nya yang lebih tahu.’

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Sesungguhnya, dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan dien kalian.’”

Selain perkara ramalan yang bertentangan dengan ‘aqiidah kita, maka yang juga harus disadari oleh kaum Muslimin adalah bahwa dibalik penyebaran film-film oleh Yahudi (antara lain film “2012” ini) melalui media-media massa mereka, memang ada suatu tujuan dan pesan tertentu yang hendak disampaikan oleh mereka. Hal ini adalah sebagaimana diungkapkan sendiri oleh media Barat sebagai berikut:

“The disaster movie “2012″ is about the near-total destruction of planet Earth in accordance with predictions made by Ancient Mayans, thousands of years ago… “2012” also communicates messages and symbolism about the elite’s plans for a New World…

In another scene, St. Peter’s Basilica in the Vatican, the “epicenter” of Catholic faith, is shown crashing down on faithful and killing thousands of people who assembled to pray….

According to an article in the Guardian, “2012” was supposed to contain a scene depicting the destruction of the Kabaa, the holiest site of the Muslim faith.However, the scene was axed for fear of backlash from Islamic groups. The elite’s new world, is therefore not only devoid of Christianity, but of all major religions – one of the goals of the New World Order.

“2012” does not only show the destruction of religious monuments, but also of political landmarks. These scenes symbolize the fall of regular nation states before the formation of a single world government.

While the world will probably not crash and burn on December 23rd 2012, the movie uses the scare relating to the Mayan Calendar to communicate its plans for the future: the fall of religions, dissolution of Nations and the glorification of a select elite on the backs of the clueless masses. Everything that happens in the movie is remarkably on-par with “ten commandments” found on the Georgia Guidestones… Here are some of them: “Maintain humanity under 500,000,000 in perpetual balance with nature”…

Is the public being prepared for a major crisis that will resolved with the heralding of the New World Order? As the movie’s promotional poster clearly states: “We were warned”.”

(dinukil dari: http://vigilantcitizen.com/moviesandtv/the-hidden-symbolic-meaning-of-the-movie-2012/)

Artinya:

Film 2012 adalah film yang menggambarkan tentang bencana / kehancurannyaris total dari planet bumi ini sesuai dengan prediksi yang dibuat oleh suku Maya kuno, ribuan tahun yang lalu… (Film) “2012” juga mengkomunikasikanpesan dan simbolisme tentang rencana tokoh-tokoh elit (–maksudnya: tokoh-tokoh elit Freemasonry Yahudi — pent.) untuk terciptanya suatu (tatanan) DuniaBaru…

Dalam suatu adegan di film tersebut, Basilika Santo Petrus di Vatikan, yang merupakan pusatdari agama Katolik, ditampilkan runtuh dan membunuh ribuan orang pengikut setianya yangberkumpul untuk berdoa….

Menurut sebuah artikeldi Guardian, film “2012” seharusnya mengandung adeganyang menggambarkan kehancuran Ka’bah, sebuah tempat paling suci bagi agama Islam. Namun, adegan itu dipotong karena takut terhadap serangan balasan dari kelompok-kelompok Islam. Dengan demikian tokoh-tokoh elit Dunia Baru, tidak hanya ingin melenyapkan agama Kristen, tetapi juga ingin melenyapkanseluruh agama di muka bumi ini – dimana hal tersebut adalah merupakan salah satu tujuan dari New World Order (Tatanan Dunia Baru).

Film “2012” tidak hanya menunjukkan keruntuhan monumen-monumen keagamaan, tetapi juga keruntuhan berbagai bangunan tonggak politik. Adegan ini melambangkan runtuhnya berbagai negara dari bangsa-bangsa (yang ada sekarang ini) sebelum (kemudian akan) dibentuk  suatu pemerintahan duniayang tunggal (– New World Order – pent.)

(Meskipun) dunia (sementara ini) mungkin tidak kiamat pada tanggal 23 Desember 2012,namun film ini memanipulasi perasaan ketakutan yang muncul dalam kaitannya dengan (ramalan) Kalender Maya tersebut untuk mengkomunikasikan rencana mereka (– tokoh-tokoh elit Freemasonry Yahudi – pent.) untuk masa depan, yakni: keruntuhan agama-agama, penghancuran berbagai Bangsa, dan pengagungan terhadaptokoh-tokoh elit pilihan dari balik massa yang tidak sadar tentang hal tersebut. Segala sesuatu yang digambarkan dalam film ini adalah sangat selaras dengan “sepuluh aturan” yang ditemukan di Georgia Guidestones (Monumen batu Georgia)… Antara lain sebagai berikut: “Menjaga (populasi) manusia di bawah 500.000.000 agar tercipta keseimbangan abadi dengan alam”…

Apakah masyarakat sedang dipersiapkan untuk sebuah krisis besar yang akan berujung dengan kemunculan Tatanan Dunia Baru (New World Order)? Poster promosi film itu denganjelas menyatakan: “Kita telah diperingatkan” .”

georgia

Georgia Guidestone (terletak diatas sebuah bukit di Elbert County, USA) adalah monumen berisi 10 aturan New World Order yang dipahat pada monumen tersebut dalam bahasa Inggris, Rusia, Ibrani, Spanyol, Arab, Hindi, Cina dan Swahili; juga terdapat pahatan dalam Hieroglyph Mesir, Sansekerta dan Yunani Kuno.

Berarti film ini dengan kata lain merupakan propaganda dalam rangka penyebaran ideologi mereka yang antara lain bertujuan untuk menjadikan manusia di muka bumi ini atheis, sebagaimana yang mereka putuskan dalam Konggres Freemasonry Internasional yang diadakan di Paris, Perancis pada tahun 1900 M, yaitu bahwa: “Tujuan (target) Freemasonry adalah mendirikan republik anti agama secara internasional.” (baca kembali artikel “Mengapa Gerakan Freemasonry Tersebar” yang pernah dimuat pada Blog ini, atau klik : http://ustadzrofii.wordpress.com/2012/09/06/mengapa-gerakan-freemasonry-tersebar/)

Demikianlah, dibalik film-film yang mereka sebarkan itu ternyata terdapat misi (tujuan) dan pesan tertentu; jadi bukan semata-mata sekedar film untuk hiburan saja. Oleh karena itu, janganlah kita membiarkan anak-anak kita melihatnya, kemudian menyukainya. Seharusnya, yang paling minimal dilakukan oleh setiap orangtua Muslim ketika anak-anaknya sudah mulai “mendekati” atau menunjukkan ketertarikan pada film-film yang demikian, adalah harus diberi bimbingan, didampingi atau bahkan dilarang. Hendaknya hal itu dilakukan kalau kita ini (sebagai orangtua Muslim) masih merasa bertanggungjawab pada ‘aqiidah masa depan anak-anak kita, maka mereka itu harus diberi “imunisasi” agar ‘aqiidah-nya tidak rusak.

Betapa sabarnya Freemasonry Yahudi itu berdakwah kepada kekufuran. Sementara disisi lain, kita sebagai Muslim hanyalah karena perbedaan pendapat sedikit saja (dalam perkara furu’iyyah) sudah langsung berperang. Oleh karena itu hendaknya kita bersifat bijak.

Sumber : http://ustadzrofii.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2013 in Darkness, Fakta, Film, Kiamat, Other

 

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: