RSS

Sisi Gelap Kartun “Tom & Jerry”

26 Dec

Banyak kita mengira bahwa Tom & Jerry adalah sebuah tontonan anak-anak yang murni tanpa misi. Padahal tayangan Tom & Jerry tidak lain adalah bagian dari persekongkokolan Yahudi.

Tom & Jerry diciptakan pertama kali oleh William Hanna dan Joseph Barbera disaat awal-awal perang dunia pada tahun 1939. Seri animasi ini diproduksi oleh MGM Cartoon Studio di dalam jaringan hiburan Kabbalah bernama Hollywood, pada tahun 1940 hingga 1957, saat unit animasi studio tersebut ditutup.

Kaum Yahudi pada masa Hitler kerap dipanggil dengan sebutan “Tikus kotor”, layaknya cap pita kuning yang mesti dipakai oleh kaum Yahudi kala itu. Maka, serial Tom & Jerry adalah upaya mereka untuk membalikkan itu semua dan memutus hubungan antara Yahudi dengan sebutan “Tikus” yang terlanjur tertanam dalam benak orang Eropa pada masa Hitler.

Namun disamping itu semua, kita mesti jeli mengaitkan stigma Yahudi pada masa Hitler. Karena apa yang ditampilkan sejarah selama ini bahwa Yahudi adalah kaum tertindas di Eropa oleh Rezim Nazi tidaklah sepenuhnya benar. Oleh karena itu, bagaikan sekali mengayuh satu-dua pulau terlampaui, film Tom & Jerry juga memiliki misi untuk betul-betul mendoktrinasi orang-orang, bahwa Yahudi itu benar-benar mengalami penyiksaan parah di Eropa sehingga layak untuk menghuni Palestina. Padahal kita ketahui bersama, settingHolocaust juga diciptakan oleh Yahudi.

Lantas peran apa yang dimainkan Yahudi dalam serial kartun ini? Hal tersebut bisa kita telusuri dari aktor utama dalam tayangan yang diproduksi MGM Cartoon tersebut. Jerry si “Tikus kecil” adalah personifikasi dari diri mereka sendiri. Meski jumlah Yahudi relatif sedikit, sering dihinakan oleh kaum “Anti Semit“, namun mereka berhasil membalikkan itu semua dan menguasai dunia. Saat ini, kendali perekenomian, politik, dan milter pun dibawah kendali Yahudi. Mereka boleh saja dihinakan sebagai “Tikus”, namun nyali mereka tidaklah sekecil tikus.

Kalau begitu, siapakah yang sebenarnya dimaksudkan Yahudi sebagai “Tom dalam hal ini?Maka mereka dengan senang hati mengatakan bahwa si “Kucing besar” itu adalah musuh-musuh mereka saat ini, khususnya adalah ummat Islam. Ya, kucing besar yang kocar-kacir meski hanya menghadapi seekor tikus.

Bayangkan Yahudi begitu lihai memainkan peran Jerry si tikus kecil, pintar, lagi cerdas ini. Penonton seakan-akan sama sekali tidak terganggu dengan “kekejaman” yang dilakukan Jerry. Aksi kekerasan terhadap musuh-musuhnya menjadi hal yang lumrah. Inilah episode penting yang mereka mainkan untuk menutupi tipu daya mereka selama ini. Lantas dengan memainkan wacanaAnti Semitisme pun mereka seakan-akan menjadi pihak yang lemah dan tertindas oleh kepongahan dunia selama ini. Padahal kalau kita mau berpikir secara seksama, siapa yang diuntungkan dalam wacana Anti Semit ini? Ummat Islam atau bangsa Yahudi kah?

Henry Ford dalam bukunya “The International Jews” mengatakan bahwa, “Kesadaran orang Yahudi yang teguh atas “Goyim” (non-Yahudi) inilah yang merupakan penyakit Yudaisme, tradisi untuk memisahkan diri yang usianya telah berabad-abad lamanya. Tidak ada itu yang namanya Anti-Semitisme. Tetapi sesungguhnya yang ada, yaitu Anti-Goyimisme.”

(dinukil dari: http://warofweekly.blogspot.com/2011/08/konspirasi-yahudi-dalam-serial-kartun.html)

Sumber : http://ustadzrofii.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2013 in Cartoon, Darkness, Fakta, Film, Other

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: